Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Ciri-ciri Orang Tua Yang Salah Dalam Mendidik Anaknya

 


Berikut adalah 7 ciri-ciri orang tua yang salah dalam mendidik anaknya yang harus anda ketahui, yaitu antara lain :

1. Sering Berkata Kasar/Memaki Anak

Setiap orang tua hendaknya dalam mendidik anak jangan sampai mengeluarkan kata-kata kasar atau sumpah serapah bahkan kutukan. Kata-kata yang seharusnya tidak dikonsumsi tersebut sangat mempengaruhi mental berpikirnya, merusak sel-sel otaknya bahkan besar kemungkinan mereka akan meniru tindakan kita dan suatu saat ketika dewasa mereka membalaskan dendamnya. Na'udzubillahi mindzalik semoga anak keturunan kita semua terhindar dari perbuatan tidak terpuji tersebut. Aamiin

2. Membandingkan Anak dengan saudaranya yang lain atau anak lainnya

Saya percaya setiap orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, salah satunya dengan cara menyemangatinya. Sayangnya niat baik tersebut kadang tidak dibekali dengan pemahaman yang baik, sehingga justru membuat sang anak menjadi minder dan menurun semangatnya. 

Mengapa bisa demikian ? jawabannya adalah karena seringkali kita sebagai orang tua membanding-bandingkan kemampuan si anak dengan saudaranya yang lain atau anak orang lain. Jadi mulai hari ini hindari membanding-bandingkan anak kita sendiri dengan saudaranya atau anak lainnya yah bund...

3. Memarahi dan menasehati anak di depan orang lain

Niatnya ingin menegur anak atau memberi tahu anak, malah akhirnya justru membuat sang anak merasa malu serta memancing bullyan dari teman-temannya. Menasehati atau bahkan memarahi anak seyogyanya jangan sampai ditunjukkan di depan orang lain yah bund, ajak mereka pulang dengan cara halus lalu ajak bicara secara pribadi di rumah, itu akan lebih baik hasilnya ok.

4. Memaksa anak agar menjadi seperti orang tuanya

Memang sih tidak ada salahnya orang tua yang sukses ingin anaknya juga mengikuti jejaknya. Banyak cerita kesuksesan orang tua dibangun lewat kebiasaan-kebiasaan waktu kecil yang bisa dijadikan contoh agar mereka kelak mewarisi usaha orang tuanya, misal dengan kemampuan dan bakat melukis, menari, menyanyi, dan lain sebagainya. 

Hal itu sebenarnya sah-sah saja dan sangat bagus, namun ketika arahan orang tua tersebut dengan melalui sebuah paksaan maka yang timbul justru anak akan merasa tertekan, depresi dan stress, mereka merasa tidak menjadi diri sendiri. Oleh karena itu, butuh pendekatan khusus orang tua agar sang anak dengan senang hati mengikuti kemauan ayah ibunya, misal dengan memmberikan hadiah atau sebuah pujian, dan lain sebagainya yang intinya agar si anak mau mengikuti arahan kedua orang tuanya.

5. Selalu mewajibkan anak agar mendapat nilai terbaik tanpa ampun

Memang idealnya anak yang didambakan oleh setiap orang tua adalah anak yang mempunyai nilai terbaik, nilai tertinggi dengan kata lain mereka memiliki prestasi yang membanggakan ayah ibunya.

Hal itulah yang kadang membuat sebagian orang tua bersikap perfeksionis, anak-anaknya harus sempurna tanpa cacat tanpa cela, harus terbaik dan terdepan dibandingkan anak lainnya. Nah, pola pikir demikian mulai sekarang harus dirubah, karena biar bagaimanapun diatas langit masih ada langit, secara kodrat manusia juga tidak akan sempurna.

Setiap orang tua harus memahami akan sebuah nilai kebijaksanaan bahwasanya kesuksesan dibangun melalui beberapa kegagalan-kegagalan atau kesalahan, yang terpenting disini adalah bagaimana peran orang tua memberikan dorongan semangat dan membantu sang anak mengevaluasi keslahannya, penyebab apa yang membuat prestasinya menurun.

6. Tak ada ruang interaksi dengan anak

Manusia modern jaman sekarang dituntut untuk selalu aktif dan dinamis, tuntutan kesibukan pekerjaan, tugas sekolah, tugas organisasi serta kesibukan berbisnis para orang tua menyebabkan ruang komunikasi dengan anak sangat minim. 

Pernahkah kita sebgai orang tua menyempatkan diri untuk menyuapi anak, memandikan anak, menceboki anak , menemani anak tidur hingga menemani mereka bermain walaupun hanya beberapa menit ? Kalau jawabannya tidak pernah, maka ini sebuah alarm bahaya untuk tumbuh kembang putra-putri anda. salah satu kunci agar anak dekat dan aman adalah selalu dalam pengawasan orang tua, dalam konteks ini adalah kemampuan orang tua mengetahui aktifitas anaknya sehingga bisa mengambil langkah strategis apabila sang anak cenderung mulai tidak terkendali atau melakukan hal-hal yang negatif.

7. Malas belajar dan meningkatkan wawasan tentang ilmu parenting

tahukah anda wahai para orang tua, pola asuh yang salah yang dibangun dari kecil akan membentuk karakter mereka setelah dewasa, apalagi seorang muslim wajib mendidik anaknya agar bisa sholat dan baca Al qur'an sebagai bekal amal jariyah kita kelak saat tiada. karena hanya doa dari anak kita yang soleh/solehah yang mampu meringankan dosa-dosa kita semasa hidup, jadi ilmu parenting islami juga harus dikuasai oleh setiap orang tua, selain ilmu-ilmu lainnya yang bermanfaat tentunya.


Demikian kiranya artikel 7 Ciri-ciri Orang Tua Yang Salah Dalam Mendidik Anak ini admin haturkan, semoga bermanfaat bagi para orang tua khususnya ibu-ibu muslimah di seluruh dunia yang kebetulan membaca postingan ini.

Apabila tulisan ini dirasa bermanfaat silahkan share ke ibu-ibu lainnya agar kita semua kelak mempunyai generasi islami yang handal dan taat. Aamiin.


Posting Komentar untuk "7 Ciri-ciri Orang Tua Yang Salah Dalam Mendidik Anaknya"